

Asmi, founder Aneka Dropship yang berbasis di Jombang, Jawa Timur, memulai perjalanan bisnisnya dari dunia digital marketing sejak tahun 2013. Berasal dari keluarga sederhana dan menjadi yatim sejak duduk di bangku sekolah dasar, Asmi tumbuh dalam keterbatasan ekonomi. Ibunya bekerja sebagai juru masak di sebuah sekolah dasar untuk menyambung hidup keluarga. Kondisi tersebut membentuk mental juang dan keinginan kuat untuk mencari penghasilan sejak usia muda. Pada usia sekitar 14–15 tahun, Asmi mulai berjualan ayam melalui internet dengan memanfaatkan Google Ads dan membuat website sendiri dari warnet. Berkat ketekunan tersebut, pada tahun 2016 ia berhasil membeli mobil pertamanya.
Saat menempuh pendidikan di Universitas Ciputra Surabaya, Asmi mulai lebih fokus mengembangkan bisnis online. Namun, ia mengakui bahwa pada masa itu dirinya memiliki pola pikir yang kurang tepat, salah satunya enggan menerima ilmu dari orang lain. Ia akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah dan memilih fokus membangun bisnis digital. Pada masa itu, profesi penjual online masih dipandang sebelah mata dibandingkan pekerjaan kantoran.
Menarik Untuk Dibaca : Penghasilan Tambahan
Perjalanan bisnis Asmi tidak selalu berjalan mulus. Pada masa pandemi COVID-19, ia mulai mencoba berbagai model bisnis dengan modal dari seorang investor yang juga merupakan temannya sendiri. Ia sempat menjual dompet, tas, hingga pakaian bekas, namun sebagian besar mengalami kegagalan dan dead stock. Titik awal keberhasilan mulai terlihat ketika ia menjual produk lampu melalui Facebook Marketplace dengan sistem COD. Produk tersebut ternyata memiliki permintaan tinggi sehingga penjualannya meningkat pesat. Dari sana, Asmi mulai mengenal importir dan memperluas jaringan bisnisnya.
Momentum besar datang ketika ia mulai menggunakan Facebook Ads untuk memasarkan produk lampu impor. Dalam satu bulan sebelum Ramadan, bisnisnya berhasil mencapai omzet ratusan juta rupiah dengan keuntungan bersih yang signifikan. Bahkan pada puncaknya, bisnis tersebut pernah mencatat omzet harian hingga ratusan juta rupiah dengan pengeluaran iklan mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Namun, Asmi menyadari bahwa setiap produk memiliki siklus dan masa kejayaan yang terbatas. Ketika tren produk mulai menurun, ia tetap mempertahankan omzet dengan biaya operasional yang semakin besar hingga tanpa disadari mengalami kerugian terus-menerus.
Akibat kondisi tersebut, Asmi mengalami kebangkrutan dan terlilit utang hingga miliaran rupiah, termasuk utang kepada supplier dan sebagian pinjaman berbasis riba. Pada masa sulit itu, seluruh asetnya dijual dan ia harus kembali menjalani hidup sederhana bersama keluarganya. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran besar baginya tentang pentingnya manajemen cash flow, adaptasi bisnis, serta menjauhi praktik keuangan yang tidak sehat.
Titik balik kebangkitannya dimulai dari konten media sosial. Asmi membuat konten tentang perjalanan kebangkrutannya, seperti “hari pertama bangkrut” hingga “hari berikutnya bangkrut.” Konten tersebut ternyata mendapat respons besar karena banyak orang merasa memiliki pengalaman serupa. Dari sana, ia mulai membuka sesi konsultasi digital marketing. Awalnya gratis, kemudian berkembang menjadi kelas berbayar yang berhasil menghasilkan pendapatan kembali. Berbekal pengalaman nyata di dunia digital marketing, Asmi membantu banyak orang memahami strategi penjualan online, pemilihan produk, serta membaca tren pasar.
Dalam proses tersebut, Asmi menemukan bahwa sebagian besar orang gagal memulai bisnis online karena bingung menentukan produk yang tepat untuk dijual. Berangkat dari pengalaman dan jaringan yang ia miliki dengan pabrik, importir, serta supplier, lahirlah platform Aneka Dropship. Platform ini mempertemukan produsen dengan penjual tanpa harus menyimpan stok barang sendiri. Sistemnya memungkinkan siapa pun memulai bisnis online dengan modal minim melalui metode dropship.
Pada awalnya, Aneka Dropship hanya memiliki puluhan SKU dan bekerja sama dengan sedikit supplier. Namun, seiring berkembangnya komunitas dan meningkatnya kebutuhan pasar, kini platform tersebut memiliki ribuan produk dan ribuan member aktif. Aneka Dropship tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga pendampingan melalui course, grup private, webinar, hingga customer success khusus yang membantu member meningkatkan penjualan mereka.
Asmi menekankan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar mencari member, melainkan membantu mereka benar-benar sukses menjalankan bisnis. Oleh karena itu, sistem pendampingan di Aneka Dropship dibuat intensif agar member tidak hanya mendaftar, tetapi juga benar-benar menjalankan bisnisnya. Menurutnya, keberhasilan bisnis online saat ini bukan lagi ditentukan oleh besarnya modal, melainkan kemampuan membaca data, memahami demand pasar, serta memilih produk yang tepat.
Saat ini, Aneka Dropship telah membantu banyak member mencapai omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah. Model bisnisnya dirancang agar member dapat berjualan tanpa perlu stok barang, gudang, maupun fulfillment sendiri karena seluruh pengiriman dilakukan langsung dari supplier. Dengan konsep tersebut, seseorang dapat menjalankan bisnis online dari mana saja dengan fleksibilitas tinggi.
Bagi Asmi, digital marketing akan selalu relevan selama perusahaan masih membutuhkan penjualan. Yang berubah hanyalah medianya, dari door to door menjadi platform digital seperti TikTok, Facebook, dan marketplace. Karena itu, ia terus mendorong siapa pun untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang digital secara maksimal.
Asmi percaya bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang. Menurutnya, keuntungan hanyalah efek samping dari value yang diberikan kepada orang lain. Filosofi tersebut menjadi dasar perjalanan dan perkembangan Aneka Dropship hingga saat ini.
Menarik Untuk Ditonton : Enak Tapi Tidak Laku
Mau Konsultasi?