

Bu Susana, pemilik Daun Songo Ecoprint, sebuah usaha yang memproduksi berbagai kerajinan ecoprint seperti kain, syal, tas, sepatu, topi, hingga produk berbahan kulit. Usaha ini berlokasi di Desa Pucangsongo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Nama Daun Songo dipilih karena berasal dari nama desa tempat tinggal saya, yaitu Pucangsongo. Kata songo yang berarti sembilan melambangkan harapan akan keberuntungan, sedangkan kata daun menggambarkan identitas utama produk ecoprint yang memanfaatkan jejak daun sebagai motif alami.
Ecoprint merupakan seni mencetak motif pada kain menggunakan dedaunan dan bahan-bahan alami tanpa tambahan bahan kimia berbahaya. Seluruh proses produksi mengedepankan konsep ramah lingkungan sehingga tidak hanya menghasilkan produk yang indah, tetapi juga mendukung pelestarian alam. Keunikan ecoprint terletak pada setiap lembar kain yang dihasilkan, karena tidak ada motif yang benar-benar sama sehingga setiap produk memiliki nilai eksklusif.
Perjalanan usaha ini dimulai pada tahun 2019, menjelang masa pandemi COVID-19. Awalnya saya hanya mendampingi seorang mentor ecoprint, kemudian mulai tertarik setelah mengetahui bahwa produk ini sejalan dengan tren gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Ketertarikan tersebut berkembang menjadi kecintaan terhadap seni ecoprint sehingga saya terus belajar melalui berbagai pelatihan, baik yang gratis maupun berbayar, demi meningkatkan kualitas produk.
Sebelum menekuni ecoprint, saya telah memiliki pengalaman menjalankan usaha makanan ringan seperti keripik pisang, keripik singkong, dan berbagai camilan lainnya. Namun, usaha tersebut mengalami kegagalan akibat kenaikan harga bahan baku, keuntungan yang semakin menipis, serta lemahnya tata kelola keuangan usaha. Untuk mempertahankan usaha, saya terpaksa mengajukan pinjaman ke bank. Sayangnya, karena belum memiliki kemampuan manajemen keuangan yang memadai, modal usaha habis dan hanya menyisakan utang dalam jumlah yang besar.
Pada masa yang sama, saya juga menghadapi ujian kehidupan yang sangat berat. Selain harus menghadapi beban utang, saya kehilangan anak tercinta yang dipanggil oleh Allah SWT setelah sakit mendadak. Dalam waktu yang hampir bersamaan, saya merasa kehilangan segalanya. Namun, saya memilih untuk bangkit karena meyakini bahwa setiap ujian yang Allah berikan selalu disertai dengan hikmah dan jalan keluar yang lebih baik. Saya percaya bahwa apabila saat itu saya terus terpuruk dalam kesedihan, saya tidak akan mampu mencapai kehidupan yang saya nikmati saat ini.
Syukur Alhamdulillah, saya masih bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan sehingga tetap memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membayar cicilan utang. Saya telah bekerja sejak tahun 1999 dan mengawali karier sebagai pelinting rokok selama kurang lebih tujuh belas tahun hingga akhirnya dipercaya menjadi seorang leader. Perusahaan tempat saya bekerja memiliki budaya yang sangat baik dalam mendorong karyawan agar memiliki usaha sampingan sebagai bekal menghadapi masa pensiun. Berbagai pelatihan diberikan sesuai minat dan bakat masing-masing karyawan sehingga mereka memiliki kesempatan membangun sumber penghasilan tambahan.
Menarik Untuk Dibaca : Petani Cerdas, Hasilkan Uang dari Galon Bekas
Melalui program pelatihan HOPE yang diselenggarakan perusahaan, saya memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan usaha dan keuangan. Saya belajar memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, menghitung laba bersih, menyusun target usaha, serta merancang strategi pencapaian tujuan keuangan. Dari pelatihan tersebut saya menyadari bahwa keuntungan usaha ecoprint ternyata hampir setara dengan gaji yang saya terima sebagai karyawan. Ilmu inilah yang menjadi titik balik perkembangan usaha saya hingga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Modal awal usaha ecoprint sebenarnya sangat sederhana, yaitu sekitar Rp500.000. Dana tersebut digunakan untuk membeli beberapa lembar kain sebagai bahan utama. Sementara itu, daun-daun yang digunakan sebagian besar diperoleh dari lingkungan sekitar rumah, sedangkan jenis daun yang tidak tersedia di sekitar tempat tinggal baru dibeli. Setelah hasil penjualan diperoleh, seluruh keuntungan diputar kembali untuk membeli bahan baku sehingga usaha dapat terus berkembang secara bertahap.
Dalam proses produksinya, kain terlebih dahulu melalui proses pre-mordant untuk menghilangkan sisa bahan kimia dari pabrik. Selanjutnya kain dimordan menggunakan bahan-bahan alami seperti tawas, tunjung, soda abu, dan bahan pendukung lainnya sebelum dikeringkan. Setelah itu daun-daun disusun di atas kain, kemudian digulung dan diikat sebelum melalui proses steaming selama kurang lebih dua jam. Karena saya masih aktif bekerja di perusahaan, proses produksi umumnya dilakukan pada malam hari. Dalam satu malam, saya mampu menghasilkan sekitar tiga hingga empat lembar kain ecoprint.
Usaha ini juga menjadi usaha keluarga. Suami saya membantu seluruh proses produksi sejak awal hingga selesai, sedangkan proses penjahitan produk dilakukan bersama anak serta beberapa anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, usaha ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi saya, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja bagi keluarga.
Saya memiliki impian agar ketika memasuki masa pensiun, usaha ini telah mampu menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Saat ini usia saya telah menginjak 54 tahun dan masa pensiun tinggal beberapa bulan lagi. Oleh karena itu, saya memanfaatkan waktu yang tersisa untuk terus mengembangkan usaha. Saya percaya bahwa memiliki usaha bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga menjadi sarana beribadah, berbagi kepada sesama, mempererat silaturahmi, dan mewujudkan berbagai impian keluarga.
Salah satu impian yang telah berhasil diwujudkan melalui hasil usaha ini adalah melaksanakan ibadah umrah bersama suami. Alhamdulillah, kami telah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah umrah sebanyak dua kali. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup kami dan semakin memotivasi kami untuk terus bekerja keras.
Dalam pengembangan usaha, saya juga memperoleh banyak dukungan dari perusahaan tempat bekerja. Produk ecoprint kami beberapa kali digunakan sebagai suvenir atau hampers bagi tamu-tamu penting perusahaan. Selain itu, saya rutin mengikuti berbagai pameran mulai dari tingkat lokal hingga internasional sehingga semakin memperluas jaringan pemasaran. Saat ini pemasaran juga dilakukan melalui media sosial dan berbagai platform digital sehingga jangkauan pelanggan menjadi semakin luas.
Bagi saya, energi terbesar dalam menjalankan usaha adalah rasa syukur dan kebahagiaan. Saya meyakini bahwa ketika seseorang bekerja dengan hati yang bahagia, setiap tantangan akan terasa lebih ringan. Saya dan suami selalu meyakini bahwa setiap tambahan pekerjaan merupakan jawaban atas doa kami untuk memperoleh rezeki yang lebih baik. Oleh sebab itu, setiap proses usaha selalu dijalani dengan penuh rasa syukur, bukan dengan keluhan.
Pengalaman kegagalan di masa lalu mengajarkan bahwa semangat dan modal saja tidak cukup untuk membangun usaha. Seorang pelaku usaha harus memiliki ilmu, terutama dalam pengelolaan keuangan dan manajemen usaha. Tanpa tata kelola yang baik, sebesar apa pun modal yang dimiliki pada akhirnya akan habis. Sebaliknya, dengan ilmu yang tepat, modal yang kecil sekalipun dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Melalui perjalanan ini, saya ingin mengajak seluruh karyawan maupun masyarakat untuk mulai membangun usaha sejak masih memiliki pekerjaan tetap. Memulai usaha sedini mungkin akan memberikan waktu yang cukup untuk belajar, bertumbuh, dan membangun sumber penghasilan yang kuat sebelum memasuki masa pensiun. Jangan menunggu hingga pensiun baru memulai usaha karena proses membangun bisnis membutuhkan waktu yang panjang. Sekecil apa pun usaha yang dimulai hari ini akan menjadi langkah awal menuju keberhasilan di masa depan.
Saya berharap usaha Daun Songo Ecoprint dapat terus berkembang sebagai penopang ekonomi keluarga setelah pensiun sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak orang agar berani memulai usaha. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, sebagaimana setiap lembar kain ecoprint memiliki motif yang tidak pernah sama. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai, terus belajar, serta tidak menyerah menghadapi setiap ujian kehidupan. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk menikmati hasil perjuangan dan mewujudkan impian yang selama ini dicita-citakan.
Menarik Untuk Ditonton : Bisnis Mati Gara-Gara Kamera
Mau Konsultasi?