

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah tutorial lengkap mengenai cara membuat produk digital menggunakan Canva dan ChatGPT, kemudian menjualnya melalui LinkID. Tutorial ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin mulai memperoleh penghasilan dari internet tetapi masih bingung menentukan produk apa yang akan dijual.
Produk digital yang akan kita buat adalah e-book cerita anak Islami bergambar. Jenis produk seperti ini memiliki pasar yang cukup luas karena banyak dicari oleh orang tua, guru PAUD, guru TK, serta lembaga pendidikan sebagai media pembelajaran dan bacaan anak. Menariknya, seluruh proses pembuatannya dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan bantuan ChatGPT dan Canva tanpa harus memiliki kemampuan menulis maupun desain secara profesional.
Namun, sebelum memulai proses pembuatan produk, ada satu hal penting yang perlu dipahami. Banyak orang terlalu fokus membuat produk digital, tetapi melupakan strategi pemasarannya. Padahal, sebagus apa pun sebuah produk tidak akan menghasilkan penjualan apabila tidak diketahui oleh calon pembeli. Oleh karena itu, setelah produk selesai dibuat, langkah berikutnya adalah mempromosikannya melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, YouTube Shorts, maupun platform digital lainnya. Kabar baiknya, konten promosi tersebut juga dapat dibuat dengan mudah menggunakan bantuan Canva dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Langkah pertama adalah membuat konsep cerita menggunakan ChatGPT. Saya telah menyiapkan sebuah prompt yang nantinya dapat disalin dan ditempelkan ke ChatGPT. Prompt tersebut akan saya sertakan pada bagian deskripsi video sehingga teman-teman cukup melakukan copy dan paste. Setelah prompt dijalankan, ChatGPT akan menghasilkan sekitar dua puluh ide cerita anak Islami dalam bentuk tabel. Karena target pembacanya adalah anak usia 4 hingga 8 tahun, seluruh cerita yang dihasilkan telah disesuaikan dengan karakteristik usia tersebut. Dari daftar tersebut, teman-teman cukup memilih satu judul cerita yang paling menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah e-book.
Menarik Untuk Dibaca : Hati – Hati Dengan Peluang Bisnis Seperti Ini
Setelah memilih judul cerita, langkah berikutnya adalah meminta ChatGPT mengembangkan cerita tersebut menjadi beberapa halaman. Pada tutorial ini saya membaginya menjadi dua belas halaman. Sebagai contoh, saya memilih cerita berjudul “Anak Beruang yang Membantu Ibu”. ChatGPT kemudian akan menghasilkan naskah yang terdiri atas dua belas halaman, di mana setiap halaman berisi teks cerita sekaligus deskripsi ilustrasi yang nantinya akan digunakan untuk membuat gambar.
Tahap berikutnya adalah membuat ilustrasi menggunakan fitur Text to Image pada Canva AI. Prompt ilustrasi yang telah dibuat oleh ChatGPT cukup disalin, kemudian ditempelkan ke Canva AI. Pada pengaturan gambar, gunakan rasio 4:3 agar hasil ilustrasi sesuai dengan kebutuhan buku cerita. Canva kemudian akan menghasilkan beberapa pilihan gambar berdasarkan deskripsi yang diberikan. Pada tutorial ini saya menggunakan Canva Free, bukan Canva Pro, sehingga seluruh proses dapat dilakukan tanpa biaya berlangganan.
Untuk menjaga konsistensi karakter pada setiap halaman, saya selalu menambahkan identitas tokoh utama pada setiap prompt. Misalnya, saya tetap menggunakan karakter Little Bear pada setiap ilustrasi sehingga AI tidak mengubah tokoh utama menjadi karakter lain. Selain itu, saya memilih gaya ilustrasi watercolor agar seluruh halaman memiliki tampilan visual yang seragam. Langkah ini dilakukan secara berulang hingga seluruh ilustrasi untuk dua belas halaman selesai dibuat dan diunduh.
Setelah semua ilustrasi selesai, langkah berikutnya adalah menyusun e-book di Canva. Buat desain baru menggunakan ukuran khusus dengan lebar 15,24 cm dan tinggi 11,43 cm. Seluruh ilustrasi yang telah diunduh kemudian diunggah ke Canva dan ditempatkan sebagai latar belakang pada masing-masing halaman. Proses ini dilakukan satu per satu hingga seluruh dua belas halaman selesai disusun.
Selanjutnya, kembali ke ChatGPT untuk menyalin teks cerita sesuai dengan halaman masing-masing. Tempelkan teks tersebut ke dalam desain Canva, kemudian sesuaikan posisi, ukuran, serta jenis huruf yang digunakan. Pada contoh ini saya memilih font yang ramah anak seperti More Sugar, kemudian mengatur ukuran huruf menjadi sekitar 12 pt. Saya juga menambahkan efek latar belakang transparan agar teks tetap mudah dibaca meskipun berada di atas ilustrasi yang berwarna.
Setelah seluruh halaman selesai disusun, e-book kemudian diubah menjadi flipbook interaktif menggunakan aplikasi Heyzine Flipbook yang tersedia di Canva. Caranya cukup membuka menu Apps, memilih Heyzine Flipbook, kemudian mengekspor desain dalam format PDF. Setelah proses konversi selesai, e-book akan berubah menjadi flipbook yang dapat dibuka seperti buku digital dengan efek membalik halaman.
Tahap berikutnya adalah menyiapkan produk untuk dijual melalui LinkID. Masuk ke akun LinkID menggunakan akun Google, kemudian pilih menu Add New Block, lanjutkan dengan memilih Digital Product dan template Simple. Selanjutnya kita perlu melengkapi informasi produk seperti gambar utama, judul, deskripsi, harga, serta tautan produk digital.
Untuk mempercepat proses tersebut, kita kembali memanfaatkan ChatGPT. Saya telah menyiapkan prompt yang akan menghasilkan beberapa alternatif judul produk, deskripsi penjualan, hingga pesan otomatis yang akan diterima oleh pembeli melalui email. Teman-teman cukup menyalin hasil yang diberikan ChatGPT dan menempelkannya pada kolom yang sesuai di LinkID.
Harga produk dapat ditentukan sesuai dengan strategi masing-masing. Sebagai contoh, e-book ini dapat dijual pada kisaran Rp20.000 hingga Rp40.000. Agar tampilan produk lebih profesional, kita juga membuat mockup buku menggunakan ChatGPT. Mockup tersebut kemudian diunduh dan dijadikan gambar utama pada halaman penjualan di LinkID.
Setelah itu, aktifkan fitur Question for Customer serta Required Email agar sistem secara otomatis mengirimkan produk digital kepada pembeli setelah transaksi berhasil dilakukan. Pada bagian pesan otomatis, cukup masukkan ucapan terima kasih kepada pelanggan. Tautan unduhan tidak perlu ditambahkan secara manual karena LinkID akan mengirimkannya secara otomatis.
Apabila seluruh pengaturan telah selesai, klik Add Digital Product sehingga produk resmi dipublikasikan. Untuk mempercantik tampilan halaman toko, ubah pengaturan tata letak (Layout) menjadi Grid sehingga seluruh produk akan tersusun lebih rapi apabila nanti jumlahnya semakin banyak.
Langkah terakhir adalah memeriksa tampilan halaman toko melalui menu My Link. Pastikan seluruh informasi, gambar, harga, serta tombol pembelian telah berfungsi dengan baik. Jika semuanya sudah sesuai, maka produk digital telah siap dipasarkan kepada calon pembeli.
Perlu diingat bahwa keberhasilan menjual produk digital tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada konsistensi dalam melakukan promosi. Oleh karena itu, setelah produk selesai dibuat, mulailah membuat konten promosi secara rutin di berbagai media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube Shorts. Dengan memanfaatkan bantuan ChatGPT dan Canva, proses pembuatan konten promosi pun dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.
Demikian tutorial mengenai cara membuat produk digital menggunakan Canva dan ChatGPT, kemudian menjualnya melalui LinkID. Semoga tutorial ini bermanfaat dan dapat menjadi langkah awal bagi teman-teman yang ingin membangun bisnis produk digital dari rumah dengan modal yang relatif kecil namun memiliki potensi pendapatan yang berkelanjutan.
Menarik Untuk Ditonton : Kasih Dulu Baru Jualan
Mau Konsultasi?