Investasi menawarkan keuntungan besar, terutama jika dikelola dengan baik dan berjangka panjang. Anda dapat berinvestasi di emas, reksa dana, obligasi, properti, atau bahkan cryptocurrency (dengan memperhatikan aspek halal/haramnya). Warren Buffet, salah satu investor besar dunia, menekankan bahwa investasi terbaik adalah investasi jangka panjang. Meski pertumbuhan kekayaannya tidak instan, potensi keuntungannya bisa berlipat-lipat. Namun, mindset masyarakat sering keliru dengan mengharapkan keuntungan instan, yang lebih mirip spekulasi atau trading daripada investasi sejati.
Sebagai contoh, pada tahun 2020-2021, banyak orang menjadi kaya mendadak melalui cryptocurrency seperti Bitcoin. Namun, volatilitas tinggi menyebabkan penurunan nilai aset di tahun berikutnya, yang merugikan banyak investor. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa investasi adalah menanam modal sekarang untuk dinikmati di masa depan, bukan mencari keuntungan cepat dalam waktu singkat.
Menarik Untuk Dibaca : Harusnya Tupperware Lakukan Ini
Di sisi lain, bisnis menawarkan peluang skalabilitas yang luar biasa. Pasar e-commerce global, misalnya, diprediksi tumbuh lebih dari 20% pada tahun 2024, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar yang berkembang pesat. Bisnis memiliki potensi menghasilkan keuntungan lebih cepat dibandingkan investasi, terutama jika menemukan produk atau jasa yang tepat untuk pasar. Contohnya adalah Jeff Bezos, pendiri Amazon, yang memulai bisnisnya dari garasi dengan modal minim dan kini memiliki perusahaan dengan valuasi lebih dari 1 triliun dolar. Namun, bisnis juga memiliki risiko besar. Statistik menunjukkan bahwa 20% bisnis baru gagal dalam tahun pertama, dan 50% gagal dalam lima tahun. Risiko ini mencakup salah memilih pasar, tim yang tidak tepat, hingga persaingan yang berat.
Investasi juga memiliki risiko seperti volatilitas nilai aset. Misalnya, nilai cryptocurrency yang bisa naik drastis tetapi juga turun tajam. Di sisi lain, bisnis memiliki risiko operasional seperti tingginya biaya tenaga kerja atau operasional yang tidak efisien. Baik investasi maupun bisnis memerlukan strategi untuk meminimalkan risiko. Dalam investasi, terdapat dua pendekatan: konsentrasi (fokus pada beberapa instrumen untuk memaksimalkan keuntungan) dan diversifikasi (menyebar investasi untuk meminimalkan risiko).
Pendekatan terbaik adalah menggabungkan bisnis dan investasi. Penulis terkenal seperti Robert Kiyosaki dalam bukunya menyarankan untuk memiliki banyak sumber penghasilan. Dengan memiliki berbagai aliran pendapatan, seperti bisnis, investasi, royalti, dan lainnya, Anda bisa lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan dan tujuan finansial, termasuk untuk sedekah. Saya pribadi memiliki berbagai sumber pendapatan, seperti menulis buku, membuat konten, menjadi trainer, brand ambassador, hingga menjalankan bisnis.
Kesimpulannya, tidak ada yang benar atau salah antara investasi dan bisnis. Kedua-duanya memiliki potensi yang sama besar, tergantung pada risiko yang siap Anda tanggung. Fokuslah pada persiapan dan strategi, dan pilih mana yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial Anda. Jangan hanya mencari mana yang lebih menguntungkan, tetapi pikirkan risiko yang paling Anda siap hadapi.
Menarik Untuk Ditonton : Cara Optimasi Google Profile Bisnis
Mau Konsultasi?