Tips Bisnis ~ Isu pada tahun 2023 ini memang menarik untuk kita bahas. Iya, mengenai resesi yang akan dihadapi di seluruh dunia. Tapi pada tulisan ini akan lebih fokus kepada UKM. Apa yang harus dilakukan jika benar terjadi resesi 2023.
Ada sebuah pernyataan dari Mas Jaya Setiabudi mengenai hukum kekekalan rejeki. “ Rejeki tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya berpindah kantong saja…” Ini memang sangat benar. Pindah dari kantong satu ke kantong yang lain.
Tidak mungkin ekonomi berhenti langsung begitu saja, karena pada dasarnya semua orang butuh makan, kesehatan , pendidikan dan lain-lain. Jadi resesi tidak perlu ditakuti secara berlebihan.
Resesi itu sebenarnya adalah perlambatan ekonomi, jadi bukan perhentian. Ada poin-poin yang menyebabkan resesi pada UKM. Apa saja ?
- Kenaikan BBM. Ini menyebabkan bahan-bahan pokok juga naik.
- Dollar naik, saat ini sudah mencapai 15 ribu per dollar, akibatnya suku bunga juga dinaikkan oleh bank Indonesia. Kenapa dinaikkan, agar pinjaman juga semakin sedikit, karena jika sampai tidak dinaikkan maka akan terjadi krisis seperti tahun 1998. Orang-orang berbondong bondong menukar mata uang dollar dan ini yang menyebabkan mata uang rupiah menurun.
- Koar-koarnya pemerintah dan media seakan – akan menakuti masyarakat. Akhirnya masyarakat agak takut untuk membelanjakan uangnya. Sebenarnya yang paling terdampak itu bahan-bahan baku yang impor. Dan perusahaan – perusahaan yang pasarnya adalah ekspor. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan tekstil di Jawa Barat merumahkan karyawannya.
Menarik Untuk Ditonton : Ambil Langkah Pertama Dan Terus Belajar
Yang paling terdampak resesi siapa saja ?
- perusahaan – perusahaan besar yang biasa produksi massal. Misal produk sepatu Nike, mereka kan perusahaan luar yang produksi di Indonesia, dan ini akan memperkecil produksi. Efeknya banyak karyawan yang di PHK massal.
- Produk – produk sekunder yang bersifat fancy. Misalnya seperti pakaian-pakain, tas, sepatu branded yang itu hanya untuk keperluan gaya-gaya an saja akan mengalami penurunan tingkat konsumsinya.
- Kafe-kafe yang bermain konteks. Maksudnya kafe yang atmosfernya kita bayar lebih mahal daripada makannya, inilah yang akan terdampak. Untuk warung-warung di pinggir jalan, warung-warung kopi atau yang lainnya tidak akan terdampak.
- Perusahaan – perusahaan yang segmen pasarnya ekspor atau luar negeri. Ini sangat terdampak, karena di luar negeri saat ini perlambatan ekonomi.
Terus untuk yang tidak terdampak siapa saja ?
- Usaha sembako. Ini jelas tidak terdampak karena produk primer atau kebutuhan pokok.
- Herbal. Ini juga kebutuhan primer
- Kuliner yang ngangenin. Yang kontennya lebih kuat daripada konteksnya.
- Pariwisata. Jadi ketika dollar naik, orang-orang luar yang mata uangnya dolar bisa jadi akan berbelanja di Indonesia, karena murah.
Terus solusi yang harus dilakukan UKM apa ?
- Kalau sudah biasa hidup bersahaja, tidak akan ngefek banyak.
- Ketika banyak pengangguran maka untuk UKM bisa kelimpahan pekerja freelance.
- Tetap mengkonsumsi dengan wajar, terutama produk lokal. Lebih utama lagi sekitar kita mungkin radius 20 km. Ketika kita membantu perekonomian sekitar, maka mereka pun juga akan membantu usaha kita.
- Konsumsi gaya hidup dikurangi. Pakai HP yang lama, tapi makan di warung tetangga.
Kesimpulannya jika kita sebagai pelaku UKM adala
- Produksi kebutuhan primer
- Pasarnya lokal,
- Hidup sederhana,
- Tinggal di desa,
- Dekat dengan hasil bumi pangan,
- Belanja di warung tetangga,
- Anak mondok di pesantren,
- Rajin ngaji dan ibadah di Masjid
Hal – hal di atas Insya Allah akan aman dari resesi. Yang paling terdampak adalah orang-orang yang kebanyakan gaya. Atau gengsinya tinggi.
Salam sukses, salam Satoeasa Untuk Indonesia.
Menarik Untuk Dibaca : Mengenal Niche Market