Sebenarnya TikTok itu tidak menjadi masalah di negara asalanya yaitu China. Tik Tok disana tentu beda algoritmanya dengan di Indonesia. Algoritmanya ada batasan-batasan etika. Yang itu tidak membahayakan dari sisi ideologi mereka. Seharusnya kita Indonesia nyotek china atau belajar dari china, buka kita memasukkan produk China ( import ).
Kita coba melihat negara lain. Semisal Amerika Serikat yang melarang TikTok Ada di Negaranya. Kenapa ? Alasannya adalah TikTok adalah aplikasi spy atau cuci otak. Itu hanya alasan agar diterima publik. Sebenarnya selain itu China adalah saingan Amerika Saat ini. Dan Amerika pun pasti menggunakan algoritma yang menguntungkan perusahaannya. Misal Facebook. Kita tahu bahwa Facebbok pernah didenda karena melanggar aturan mengenai keamanan data, yang data tersebut digunakan untuk pemenangan presiden Donal Trump. Ini kan membuktikan bahwa, mereka para develop – develpo aplikasi tidak 100% jujur menggunakan data secara bijak.
Pada film the great hack. Ada satu shine yang disebut Persuadable. Maksudnya adalah intisarinya mereka punya suatu algoritma yang bisa membaca psikologi dari seseorang. Baik itu melalui kuiz, like, comment, teman, maupun apa yang ada sedang lihat. Bahkan scrool anda itu bisa, algoritmanya bisa melihat apa ketertarikan Anda.
Makanya orang menyebutnya AI ( Artifical Inteleegent ). Misal Mengkategorikan orang-orang yang mudah dipersuaisi itu yang mana. Itu sangat mudah dilakukan oleh AI tersebut. Ini kasus Facebook yang terjadi pada waktu itu. Mereka menggiring opini pengguna facebook untuk memilih kandidat tertentu.
Ini hanya bicara facebook, belum lagi algoritma-algoritma sosial media lain. Yang pasti bisa dikombinasikan.
Pun berita-berita online yang juga bisa dimainkan oleh penguasa. Untuk Negara Indonesia sendiri sebenanya para penguasa di pemerintahan sudah tahu betul. Tetapi mereka memanfaatkan media sosial sebagai trojan, nantinya untuk penggiring-penggiringan opini. Oleh sebab itu, ketika media sosial ini dimiliki oleh orang yang bijak dan punya tanggung jawab. Maka pasti penggiringan opini-opini bisa berkualitas dan tidak merugikan orang lain. Begitu juga sebaliknya. Jika opini yang dibangun tidak baik, maka pengguna yang lain juga akan sangat mudah terprovokasi.
Menarik Untuk Ditonton : 4 Cara Mudah Menghasilkan Uang Dari Website
Ini hanya berbicara media sosial. Nah, kalau media sosial digabung dengan marketplace. Apa yang terjadi ? yang sekarang memang lagi hangat-hangatnya..
Itulah yang terjadi pada TikTok Shop. Akhirnya ditutup oleh Pemerintah. Karena mereka hanya izin media sosial tidak Marketplace.
Sekarang saya mau cerita mengenai marketplace. Kita sebut saja Shoope. Mereka terus membakar uang. Mereka memberikan banyak subsidi ke penjual atau seller. Ini memang strategi mereka. Para Seller sadar tidak sadar lama kelamaan akan memiliki ketergantungan pangsa pasar. Secara bisnis sumber pangsa pasar jika hanya mengandalkan satu channel saja akan berakibat fatal. Ketika toko kita dalam marketplca ditenggelamkan, otomatis omset pasti menurun. Akibat parahnya bisnis bisa tutup, karena tidak ada penjualan. Nah inilah yang akan menyebabkan ketergantungan.
Oleh sebab itu sebagai pebisnis harus pintar mengelola database pelanggan sendiri, dan bisa mencari sumber trafick dari manapun. Cara-cara offline juga bisa tetap digunakan asalkan sesuai dengan budgeting marketing.
Hal inilah yang menjadi bahaya, serupa yang disampaikan Pak Teten Menteri KUKM Mengatakan jika Tiktok Shop ini tidak ditutup maka pasti akan membunuh pelaku UMKM. Karena produk impor dari China yang dijual di TikTok Shop sangatlah banyak. Dan parahnya mereka pasti membuat algoritma produk China tersebut selalu di atas. Inilah yang sangat membahayakan.
Perdagangan online di Indonesia 56% revenue nya dinikmati asing. Produk yang dijual 90% impor. Ini kan sangat berbahaya.
Pemerintah harus segera menagaturnya. Karena kalau ini idibiarkan dampak ekonomi dan sosialnya sangat besar. Produksi dalam negeri bisa lumpuh, maka pengangguran meningkat, daya beli masyarakat turun.
Tentu semua orang harus menyadari bahaya ini. Ini menjadi kepentingan bersama sebagai bangsa. Karena bangsa Indonesia bukan bangsa yang bodoh.
Semoga pemerintah segera bisa mengambil tindakan dan regulasi yang berpihak kepada UMKM. Dan tentu ini menjadi tantangan bersama untuk juga mengedukasi masyarakat agar membeli produk lokal. Karena intinya di pembeli. Yang menjadi PR adalah masyarakat sering tergiur dengan barang yang murah.
Semoga sukses, salam Satoeasa Untuk Indonesia.
Menarik Untuk Dibaca : Cara Membangun Pasukan Reseller
Mau Konsultasi?