Tips Bisnis ~ Kalau berbicara masalah harga, kita harus tahu dulu posisi kita sebagai produksi, pedagang atau reseller. Ini nanti akan beda – beda dalam menentukan harga walaupun satu jenis produk.
Tetapi saya akan menulis gambaran secara umum, bagaimana tips untuk menentukan harga jual yang pas untuk usaha Anda.
Efeknya, jika kamu asal – asalan dalam menentukan harga suatu produk, maka pasti dampak besarnya tidak akan untung. Atau sebaliknya, untung tapi bisnis tidak berjalan lama, karena harga terlalu tinggi di pasaran, padahal kualitas sama dengan kompetitor yang lain.
Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam menentukan harga sebuah produk :
Pertama. Pelanggan. Ketika ngomongin pelanggan berarti adalah orang yang sudah sering order kembali atau disebut repeat order. Kita harus tahu perbedaan antara pembeli dan pelanggan. Jika pembeli itu membeli hanya sekali saja, tidak kembali lagi. Tapi pelanggan belinya berulang – ulang bahkan merekomendasikan ke orang lain mengenai kualitas produk yang kamu jual.
Hubungannya dengan harga apa ? tentu saja ada. Kualitas suatu produk atau jasa itu kan menentukan harga. Disinilah pointnya. Pastikan kualitas produk barang maupun jasa anda harus bagus. Lihat dulu harga dipasaran, pasti anda sudah punya HPP atau modal awal satu produk. Ini jika usahanya dalam bentuk barang. Jika jasa, sama juga lihat harga di pasaran juga. Kalau jasa nanti akan berbeda – beda. Karena pasti melihat tingkat kerumitan dalam sebuah layanan.
Ketika anda sudah cek harga pasar, tentukan laba minimal 30 % dari harga modal atau HPP. Setelah itu, jika sudah punya pembeli atau pelanggan. Tanyakan, minta testimoni kepada mereka tentang kualitas produk atau kualitas layanan Anda.
Kedua. Kompetitor atau pesaing. Seperti saya tulis di atas. Lihatlah harga dipasaran. Berarti kamu juga harus melihat harga jual kompetitor yang usaha produk atau jasanya sama. Jika memang secara kualitas masih sama, harga disamakan tidak masalah. Tapi jika produk atau jasa kamu punya nilai lebih,maka harga bisa dinaikkan. Contoh simple saja. Kamu membeli sabun di toko kelontong dan minimarket pasti beda harganya. Minimarket bisa lebih mahal, karena mereka sistem belanja pilih sendiri, tempatnya nyaman, bersih, petugasnya ramah. Inilah yang dimaksud nilai lebih. Jadi mereka percaya diri dengan harga lebih mahal.
Ketiga. Biaya. Maksudnya adalah kamu harus benar – benar menghitung biaya modal atau HPP sebuah produk. Harus rinci dan detail, apalagi di bagian produksi. Pasti ada komponen – komponen produk yang harus dihitung. Di awal tadi sudah saya tulis, bahwa harga jual minimal 30 % dari harga awal atau harga modal.
Intinya adalah, hitung mulai dari komponen, tenaga, operasional untuk produk tersebut.
Menarik Untuk Dibaca : Cara menentukan Harga Jual Untuk Reseller Pemula
Keempat. Kemanfaatan untuk usaha Anda. Jadi memang harus disiapkan betul terkait harga ini. Karena nanti akan mempengaruhi percepatan atau perkembangan bisnis yang kamu bangun. Ketika harga kita murah, tapi kualitasnya sama dengan pesaing atau bahkan bagus maka rugi jika dijual dengan harga normal. Lebihkan sedikit. Pasti para pembeli atau pelanggan sudah tidak melihat harga lagi jika mereka sudah merasa nyaman dengan kualitas produk atau jasa yang anda jual.
Kalau bicara mengenai tangga bisnis itu kan ada 5 tahapan. Fase pemula, fase menaikkan profit, fase membuat sistem, fase ekspansi dan fase investasi. Nah, harga ini adalah masih di fase pemula. Masih tahapan awal.
Jadi makanya sangat penting. Oke, mungkin itu sedikit sharing dari kami. Semoga bermanfaat. Jangan lupa bagikan tulisan ini. Dan tulis di kolom komentar jika kamu punya pengalaman atau ilmu lain mengenai hal ini. Yaitu tentang bagaimana cara strategi menentukan harga produk.
Salam sukses, Salam Satoeasa Untuk Indonesia.
sumber gambar : 1.bp.blogspot.com
Mau Konsultasi?