

Saya bernama Gresi Arman Rivaldo, salah satu pendiri Tibal Group Indonesia. Saat ini, Tibal Group menaungi beberapa unit usaha, antara lain Tibal Coffee, Tibal Coffee Roastery, Tibal Garden, dan Depot Juara, yang seluruhnya berlokasi di Kota Blitar. Dalam struktur kepemilikan, Tibal Group memiliki tiga orang owner dengan peran yang berbeda. Saya sendiri berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan operasional harian, sesuai dengan latar belakang pendidikan saya sebagai sarjana Administrasi Bisnis dengan konsentrasi SDM. Satu owner lainnya berfokus pada keuangan, sedangkan satu owner lain berperan sebagai investor pasif dan menjalin kerja sama eksternal.
Sejak awal membangun usaha, saya memiliki prinsip yang sangat tegas terkait karyawan. Dalam kondisi apa pun, hak karyawan harus menjadi prioritas utama. Bahkan pada masa-masa sulit, bisa dikatakan bahwa gaji karyawan sering kali lebih besar dibandingkan penghasilan yang saya terima secara pribadi. Saya memiliki komitmen kuat untuk tidak pernah menunda atau mengurangi hak karyawan sesuai dengan pekerjaan yang telah mereka lakukan. Bagi saya, menjadi pengusaha berarti memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada usaha tersebut.
Menarik Untuk Dibaca : Strategi Toyota Ditengah Gempuran Mobil Listrik
Keinginan saya untuk menjadi pengusaha sebenarnya sudah muncul sejak pertengahan masa kuliah. Saya tidak memiliki keinginan untuk bekerja di perusahaan, kantor, ataupun institusi yang mengharuskan penggunaan ijazah sebagai syarat administratif. Bahkan, saat wisuda, ijazah saya langsung saya serahkan kepada ibu saya untuk disimpan, dengan keyakinan bahwa ijazah tersebut tidak akan saya gunakan untuk melamar pekerjaan. Orang tua saya menerima keputusan tersebut tanpa penolakan dan justru memberikan dukungan penuh terhadap pilihan hidup saya.
Awal mula Tibal Group bermula pada tahun 2019, ketika saya dan seorang rekan yang juga satu fakultas dan satu kelas di universitas merasa bingung menentukan arah setelah lulus kuliah. Kami memiliki kesamaan minat, yaitu gemar nongkrong dan tertarik dengan dunia kopi. Pada saat itu, tren coffee shop di Malang sedang berkembang pesat, sementara di Blitar masih tergolong baru. Dari situlah muncul ide untuk menghadirkan kedai kopi di Blitar.
Usaha pertama kami masih berbentuk kedai kopi kecil, dengan modal awal sekitar Rp100 juta, yang kami kumpulkan bersama. Usaha tersebut dibuka tepat pada awal pandemi COVID-19, sehingga sempat mengalami masa-masa sulit akibat pembatasan aktivitas. Namun, dalam enam bulan pertama, usaha mulai bertumbuh secara perlahan. Pada tahap tersebut, fokus utama kami bukanlah keuntungan besar, melainkan memastikan usaha mampu menggaji karyawan dan mencukupi kebutuhan hidup dasar kami sebagai owner.
Memasuki periode berikutnya, persaingan mulai meningkat dengan hadirnya banyak coffee shop berskala besar. Hal ini berdampak pada penurunan omzet karena keterbatasan tempat dan pasar. Pada masa tersebut, kembali saya tegaskan bahwa prioritas utama tetap pada kesejahteraan karyawan. Dalam situasi sulit, saya memilih menekan biaya operasional, seperti menyesuaikan jam operasional, daripada mengorbankan hak karyawan.
Seiring berjalannya waktu, kami mendapatkan tambahan partner yang memiliki ketertarikan pada dunia usaha makanan dan minuman. Dari sinilah Tibal Coffee berkembang ke lokasi yang lebih representatif di Jalan Sultan Agung pada tahun 2021. Filosofi nama “Titik Balik” yang kemudian disingkat menjadi Tibal mencerminkan perubahan besar dalam hidup kami sebagai pengusaha muda yang memulai segalanya dari nol.
Titik balik berikutnya terjadi ketika salah satu mentor sekaligus owner senior memberikan dorongan agar kami tidak berhenti di satu titik. Dorongan tersebut membuka pemikiran kami untuk terus berkembang dan tidak terjebak di zona nyaman. Dari sinilah lahir Tibal Garden pada tahun 2023, yang menjadi cabang kedua Tibal Group.
Tibal Garden memiliki konsep yang berbeda. Lokasinya berada di area pinggiran kota dengan suasana terbuka dan pemandangan alam. Konsep yang kami usung adalah gaya pertanian Amerika dengan sentuhan keluarga, sehingga target pasar utama kami adalah keluarga dan anak-anak. Untuk mendukung konsep tersebut, kami menghadirkan berbagai wahana sederhana seperti area hewan peliharaan, kandang kelinci, kura-kura, dan fasilitas bermain anak.
Dalam pengelolaan cabang, setiap unit usaha memiliki kepala toko dan supervisor masing-masing. Tibal Coffee berfokus pada produk kopi dengan dukungan roastery sendiri, sedangkan Tibal Garden lebih menitikberatkan pada manajemen area, kenyamanan keluarga, dan pelayanan menyeluruh. Di Blitar, kami memilih untuk tidak terlalu terfokus pada kehadiran brand nasional, melainkan fokus memperkuat hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Pelayanan menjadi nilai utama yang kami jaga. Setiap kritik atau masukan dari pelanggan harus ditangani dengan cepat dan penuh tanggung jawab. Jika terjadi kesalahan, karyawan kami diwajibkan untuk meminta maaf secara langsung dan memberikan kompensasi yang layak. Prinsip kami sederhana: pelanggan telah meluangkan waktu dan biaya, sehingga mereka berhak mendapatkan pelayanan terbaik.
Dalam perjalanan usaha, Tibal Garden juga pernah mengalami penurunan drastis, terutama saat musim hujan karena konsep utama yang mengandalkan area outdoor. Namun, kami tidak tinggal diam. Kami kembali melakukan evaluasi pasar dan menemukan bahwa segmen keluarga adalah kekuatan utama. Dari sinilah muncul inisiatif untuk menambah wahana keluarga guna meningkatkan daya tarik dan omzet usaha.
Peran keluarga sangat besar dalam membentuk karakter dan pola pikir saya. Ayah saya adalah sosok yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Meskipun berasal dari keluarga yang mampu, saya dibesarkan dengan prinsip hidup sederhana, disiplin, dan mandiri. Sejak kecil, saya diajarkan untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta tidak hidup berlebihan. Nilai-nilai tersebut sangat membentuk cara saya menjalankan usaha hingga saat ini.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya mereka yang ingin terjun ke dunia usaha. Attitude adalah fondasi utama. Tanpa sikap dan etika yang baik, sehebat apa pun kemampuan seseorang, ia tidak akan mampu bertahan. Jangan takut menjadi pengusaha. Dunia usaha memang tidak selalu nyaman, tetapi di sanalah kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Menjadi pengusaha bukan hanya tentang keuntungan pribadi, melainkan tentang membuka lapangan pekerjaan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mari bercita-cita menjadi pengusaha yang bertanggung jawab, beretika, dan tetap berada di jalur yang benar.
Gresi Arman Rivaldo
Founder Tibal Group Indonesia
Alamat usaha:
Tibal Coffee & Tibal Coffee Roastery
Jalan Sultan Agung No. 94, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar
Tibal Garden
Jalan Suryat, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar
Menarik Untuk Ditonton : Pasangan Yang Sukses Kembangkan Bisnis
Mau Konsultasi?