Pada saat Munib AL Masri diwawancarai dia mengatakan : “ dari bayang-bayang reruntuhan itulah, aku bermimpi menjadi sorang pilot Angkatan Udara PAlestina, berjuang melawan Israel.”
Sayangnya takdir berkata lain. Akhirnya munib keluar dari negerinya. Pada tahun 1952 Munib bertolak ke Beirut, Lebanon. Darisanalah dia menuju ke Barat menyebrang menuju New York. PAda tahun 1955 Munib mendalami ilmu perminyakan di University of Texas. Disusul belajar geologi di Sul Ross University. Setelah lulus Munib kembali ke timur tengah, tapi ke negera Yordania tepatnya di Amman. Disitulah dia membangun Enginering & Development Group atau EDGO. Melalui perusahaan inilah Munib menghidupkan air-air dari tanah-tanah yang gersang.
Pada usia 28 tahun munib dipercaya memimpin Philips Petroleum di Algeria. Sedangkan di Lebanon Munib menerima kepercayaan yang lebih besar. Dia diangkat menjadi presiden operasi di 16 negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Suksesnya Munib, tidak melupakan cinta terhadap negerinya yang dikuasai zionis. Munib Ingin membangun negaranya agar bisa melawan Zionis dengan caranya sendiri. Pada tahun 1933 Munib mendirikan PADICO ( Palestine Development And Investment ). Dengan group inilah mereka membangun pondasi ekonomi Palestina, mereka berjuang agar ekonomi tumbuh meskipun krisis perang.
Pada akhirnya Munib bersama PADICO berhasil membangun ekonomi dan bisa mendatangkan investor luar untuk membangun Palestina terutama di Gaza.
“ Dengan segala kekuatan yang Allah berikan, aku akan mempersembahkan seluruh kemampuanku untuk membangun ekonomi Palestina dan mencari solusi atas masalah pengangguran yang merajalela. Saat aku bisa memberikan pekerjaan kepada saudara-saudaraku di Paletina, disitu ada kegembiraaan yang tak bisa diungkap.” Kata Munib.
Menarik Untuk Dibaca : Gara-Gara Bos Galak, Perusahaan Rugi Triliunan
Tetapi Zionis tak tinggal diam dengan kiprah PADICO yang mengancam misinya untuk menguasai tanah Palestina. Pada akhirnya banyak jalur – jalur distribusi ditutup oleh zionis. Banyak lini bisnis PADICO turun, akibatnya investor mulai ragu dan bahkan pabrik Munib juga tutup.
“Esensi dari Padico adalah semangat nasionalisme, bukan sekedar keuntungan. Kita perlu merangkul para konglomerat Palestina untuk berjuang demi kepentingan bersama.” Kata Munib
Munib Al Masri tidak hanya ngomong saja, melainkan sebanyak USD 20 Juta atau setara 310 Miliar dia gunakan untuk kemajuan Palestina. Dengan begitu uang Munib tidak hanya sekedar uang, tetapi sebuah cahaya harapan untuk rakyat Palestina.
Dan Munib terus melaju membangun Palestina, memberikan beasiswa gratis, mendirikan universitas, mendirikan rumah sakit, membangun rumah-rumah yang porak poranda.
Meskipun uang munib sudah banyak yang dikeluarkan, tetapi kekayaannya tetap stabil. Karena perushaan EDGO yang didirakannya terus bertumbuh. Sementara itu Padico telah menyulap dirinya menjadi pengelola dana investasi dengan nilai USD 815 Juta atau 12,7 Triliun. Semuanya diinvestasikan di berbagai sektor usaha. Mulai dari sektor finansial, energi, properti, hinggga industri.
Munib seringkali menjadi jembatan organisasi Fattah dan Hammas agar bersatu untuk melawan zionis. Meskipun sekarang usianya sudah 80 tahun, munib sangat membara ketika membicarakan negara Palestina. Walaupun ditengah tekanan zionis yahudi.
Sekarang, ditengah gempuran zionis di Gaza sejak 8 Oktober 2023 belum ada kabar mengenai bisnis Munib. Tapi kita yakin, pasti Munib punya cara untuk terus memperjuangkan negaranya.
Munib memang tidak bisa mengirim rudal atau bahan peledak, tapi dengan cara jalur bisnis, munib bisa membangun Palestina dan terus akan berjuang.
Untuk Kita yang ada di Indonesia, apapun, sedikit apapun yang bisa kita berikan untuk warga palestina itu adalah bukti kita berada di pihak mana. Karena sangat jelas pemerintah Indonesia sangat mendukung dan membantu untuk kemerdekaan Palestina. Karena penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
Salam sukses, salam Satoeasa untuk Indonesia.
Menarik Untuk Ditonton : Tips Membuat Kemasan Sesuai Dengan Target Market
Mau Konsultasi?