Pada dasarnya jika sebuah perusahaan atau bisnis menginginkan berkembang. Maka kreatif, inventif dan inovatif sangatlah diperlukan. Jika kreatif tapi tidak inovatif, juga tidak maksimal.
Apa perbedaanya dari kreatif, inventif dan inovatif ?
Bagaimana caranya kita tahu kalau produk atau layanan kita itu benar-benar inovatif. Hal ini kita belajar studi kasus dari LG Mobile.
Sebelumnya kita harus mengetahui kisah LG mobile dulu, salah satu perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan. Sedangkan di tingkat dunia LG merupakan peringkat ketiga terbesar supply perangkat elektronik terbesar.
Sedangkan untuk mobile phone LG mulai mengembangkan mulai tahun 1997. Pada tahun 2000 meluncurkan produk LG-500, itu jaringan nya hanya 2G, hanya bisa dipakai untuk sms dan telpon. Pada tahun 2011 LG meluncurkan smartphone android pertama yaitu LG-G Slate dan LG GW620. Satu tahun berselang LG meluncurkan lagi produk LG Optimus PAD. LG tercatat sebagai perusahaan yang mengawali layar sentuh pada saat itu dengan produk lG Prada.
Dan LG terus dengan mengikuti perkembangan teknologi smartphone. Produk terakhirnya adalah LG T, dengan spesifikasi sangat mumpuni. Tetapi tidak target dalam penjualan. Mereka mempunyai target penjualan 2 Juta, tetapi ternyata hanya 50 Ribu Unit yang terjual. Hingga akhirnya LG mengundurkan diri dari bisnis Smartphone. Apa yang terjadi ?
Dari studi kasus LG kita sekarang bedakan antara kreatif, inventif dan inovatif.
Kreatif, adalah ketika kita membuat sesuatu yang baru atau berbeda baik produk maupun layanan.
Inventif, Adalah Ketika keberharuan atau perbedaan yang ada pada produk atau layanan anda tersebut, bisa mampu menyelesaikan masalah pelanggan.
Inovatif, Adalah ketika produk atau layanan anda yang inventif benar-benar memiliki nilai tinggi bagi para pelanggan.
Sekarang tahu kan bedanya. Jadi ketiga hal tersebut adalah satu kesatuan yang harus saling terhubung. Jika menonjol salah satu, maka juga akan gagal.
Sayangnya LG mobile dari berbagai produk yang diluncurkan tidak inovatif. Itulah yang menjadi penyebab tumbangnya LG Mobile. Kok bisa ya ?
Bukti dari produk dan layanan yang inovatif adalah yang banyak pelanggan menggunakan, dan sangat membantu masalah mereka.
Menarik Untuk Dibaca : Memahami Pemasaran Dengan Praktis
Coba sekarang cek Smartphone Anda, pasti banyak aplikasi yang terdownload, tetapi pasti yang digunakan hanya sedikit. Total aplikasi misal 50 tapi yang dipakai hanya 10. Itulah yang terjadi pada LG Mobile. Mereka menciptakan aplikasi bawaan, tetapi tidak inovatif, sebenarnya kreatif dan inventif.
Sekarang produk atau jasa Anda jika mau dikatakan inovatif, harus mempunyai manfaat yang terus dibutuhkan oleh pelanggan secara terus menerus. Tidak hanya baik fiturnya.
LG Mobile sering kali meluncurkan produk kreatif, tetapi juga sering kali banyak mengalami kegagalan sistem. Harganya nya pun dipatok tinggi, sedangkan kompetitornya dengan harga di bawah memiliki fitur yang sama dengan LG.
Inilah yang membuat LG kurang inovatif. Sebenarnya sudah kreatif dan inventif. Mereka semangat berinovasi tetapi lemah dalam implementasi.
Terus kesimpulan apa yang bisa kita ambil ?
Pertama, untuk memenangkan sebuah persaingan kreativitas dan inventif saja tidak cukup, tetapi harus inovatif. Produk atau layanan harus benar- benar memiliki nilai tinggi bagi para pelanggan.
Kedua. Jangan fokus hanya pada teknologi atau fitur terbaru saja. Bangun juga teknologi pendukungnya. Desain pengalaman penggunanya dengan baik. Ini sangat perlu jika bisnis kita adalah teknologi. Untuk bisnis bidang lain sama. Ketika mau meluncurkan produk baru, selalu lakukan evaluasi tentang kekurangan produk tersebut melalui para pelanggan. Catat masukan dan saran mereka semua.
Nah, dari sini kita bisa sedikit belajar mengenai kreatif, inventif dan inovatif. Salam sukses, salam SATOEASA untuk Indonesia.
Menarik Untuk Ditonton : UKM Jagoan Indonesia
Mau Konsultasi?