Apakah Open AI akan menjadi next Google ?
Pada tahun 2015 Elon Musk dan Sam Altman seorang visioner bidang teknologi mendirikan perusahaan riset Open AI. Mereka ingin membuat kecerdasan buatan yang bisa menyamai kapasitas intelektual manusia. Bahkan kalau bisa melebihinya. Mereka tidak memikirkan profit pada saat mendirikan perusahaan tersebut.
Awalnya hanya sederhana mereka hanya membuat AI untuk meguasai Dota sebuah game populer pada waktu itu. Setelah itu selesai mereka terus mengembangkan AI tersebut. Sampai akhirnya mereka menyadari adanya sebuah kekurangan.
Apa itu kekurangannya ?
Ternyata ketika membuat sebuah AI harus didukung dengan komputer yang memiliki spesifikasi tinggi untuk menghasilkan AI yang maksimal. Tapi masalahnya mereka mendapatkan komputer yang sangat bagus kualitasnya dimana ?
Pada tahun 2017 mereka menemukan sebuah makalah peneliti google yang membahas teknik pembelajaran komputer yang revolusioner yang disebut dengan transformer.
Akhirnya para enginering memiliki pemikiran yang sangat terbuka. Mereka yakin bisa menggabungkan teknik tersebut dengan big data yang selama ini mereka kumpulkan. Dari situlah lahir GPT ( Generatif Pre-trained Transformer).
Pada november 2022 mereka meluncurkan produk chat GPT. Sejak 5 hari peluncuran langsung ada 1 juta pengguna. Coba kita bandingkan dengan Aplikasi lainnya. Contoh Instagram, untuk mengumpulkan 1 juta pengguna bisa mencapai 2 bulan.
Saat ini pengunjung situs web chatGPT sudah 180 juta lebih. Otomatis ketika pengunjung banyak, keuntungan mereka juga sangat banyak.
OpenAI memiliki modal besar dan keuntungan besar secara bisnis. Dari hal itulah mereka bisa terus mengembangkan diri.
Sebetulnya apa yang menjadi daya tarik ChatGPT bisa menarik banyak pengguna ?
Sama seperti awalnya muncul Iphone yang menjadi teknologi revolusi bagi smartphone. Dengan munculnya Iphone akhirnya bannyak aplikasi-aplikasi lain menyesuaikan untuk bisa digunakan pada iphone.
Menarik Untuk Ditonton : Cara Memulai Usaha Sampingan
Sekarang AI sangat mendistrupsi semua bisang industri. Sudah banyak perusahaan besar menggunakannya. Steve Teixera seorang kepala petugas produk Mozilla mengatakan bahwa : “Ada perasaan FOMO yang sangat kuat di antara perusahaan teknologi besar yang ingin terjun ke AI, dan mereka tidak ingin ketinggalan dalam membangun audiens di tahap awal.”
Contoh seperti Meta juga membuat AI dalam produknya Facebok maupun Instagram. Pun Google juga melakukan hal yang sama. Karena perusahaan teknologi raksasa ini tidak akan diam melihat potensi pasar AI ini sangatlah potensial.
Munculnya kompetitor-kompetitor OpenAi tidak bisa leluasa. Harus terung mengembangkan AI nya agar unggul di pasar. Apa yang mereka lakukan sekarang ?
Walaupun pengguna sudah banyak, OpenAi tidak diam. Mereka memberikan pelayanan maksimal kepada perusahaan – perusahaan mitranya yang membutuhkan teknologi AI. Seperti Morgan Stanlay, Snapchat dan tentu Microsoft sebagai salah satu pemiliki OpenAi.
Ada dua pendapatan OpenAi yaitu pertama setoran dari perusahaan-perusahaan yang engakses platform mereka. Kedua hasil jualan langsung aplikasi chat premium ke konsumen yang harganya dibandril USD 20/bulan.
Sam Altman mengatakan :”Untuk saat ini, kamu cukup puas dengan kedua model ini. Kami sangat terbuka untuk mencoba hal baru, dan kami masih di awal perjalanan teknologi ini.
OpenAI mendukung Y Combinator sebuah inkubator start up di Dilicon Valley India dan Altman pernah memimpin YCombinator sebelum masuk ke OpenAi.
Ke depannya OpenAi akan sulit dikerjar oleh kompetitor lain. Sebab dia adalah pelopor di industri AI. Selain itu cost yang dikeluarkan untuk AI juga tidak murah.
Tetapi belum tentu juga Open Ai akan menguasai pasar karena seperti Amazone, Alphabet, Meta mereka sudah memanfaatkan efek jaringan miliknya masing-masing untuk mendominasi pasar.
ChaGPT OpenAI ini masih diragukan karena sistem tertutup. Padahal banyak yang lebih suka dengan model open source, seingga mereka bisa membuat model sediri yang bisa dikontrol langsung. Kebutuhan itulah yang dipenuhi Meta dalam produknya.
Mereka para pendiri OpenAI tetap optimis ditengah gempuran kompetitor-kompetitor. Nilai perusahaannya saat ini berkisar antara 80 sampai dengan 90 miliar US Dolar.
Nilai tersebut menjadikan OpenAi memiliki nilau valuasi tertinggi didunia. Semoga informasi ini bisa menjadi sebuah renungan kita. Bisnis yang kita jalani saat ini harus terus berkembang. Jangan mudah santai-santai dengan sebuah capaian.
Salam sukses, salam Satoeasa untuk Indonesia.
Menarik Untuk Dibaca : Pentingnya Headline Pada Copywriting
Mau Konsultasi?