

Untuk meraih kondisi produk pertanian yang tergolong premium, salah satu pendekatan paling efektif adalah melalui pemanfaatan greenhouse. Logika ini perlu dipahami secara tepat. Tidak semua produk yang ditanam di greenhouse otomatis menjadi premium apabila proses budidayanya masih dilakukan secara asal-asalan. Namun, apabila tujuan akhirnya adalah menghasilkan produk premium, maka penggunaan greenhouse merupakan cara paling rasional dan efisien untuk mencapai kondisi tersebut.
Perkenalkan, saya Ardi, salah satu pemilik PT Lentera Agropedia Nusantara yang berlokasi di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Pada awalnya, bisnis inti kami adalah sebagai kontraktor greenhouse. Seiring berjalannya waktu, kami kemudian mengembangkan lini usaha untuk memenuhi kebutuhan klien kami, yaitu para petani modern yang membudidayakan tanaman secara hidroponik. Kami berupaya menyediakan ekosistem yang lengkap agar para klien dapat menjalankan pertanian modern secara optimal.
Latar belakang saya adalah teknik, sehingga saya melihat pertanian dari sudut pandang manajemen risiko dan perhitungan sistematis. Selama ini, pertanian konvensional memiliki risiko besar yang berasal dari faktor alam, penyakit, dan hama. Namun, dalam lingkungan terlindung seperti greenhouse, hampir semua variabel dapat dikendalikan dan dihitung, mulai dari intensitas cahaya matahari, pengairan, pemupukan, hingga sirkulasi udara. Dengan demikian, risiko produksi dapat dimitigasi sejak awal, sehingga hasil panen dapat dicapai sesuai dengan ekspektasi.
Pertanian modern memiliki peluang besar, terutama dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan. Luas bumi tidak bertambah, sementara kebutuhan pangan terus meningkat, di tengah penyusutan lahan pertanian dan alih fungsi lahan. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas lahan. Salah satu pendekatan yang kami gunakan adalah menghitung hasil produksi per meter persegi per tahun.
Sebagai contoh, pada komoditas melon. Petani yang menanam di lahan terbuka umumnya hanya dapat menanam satu hingga dua kali dalam setahun karena tingginya risiko musim hujan. Sementara itu, dengan menggunakan greenhouse, kami dapat melakukan panen hingga lima atau enam siklus dalam satu tahun. Dengan pendekatan hasil per meter persegi per tahun, tentu produktivitas greenhouse jauh lebih tinggi. Selain kuantitas, kualitas melon juga dapat dikendalikan, mulai dari rasa, umur simpan, hingga tingkat residu pestisida, sehingga mampu menghasilkan produk premium.
Perlu diluruskan bahwa melon greenhouse tidak selalu identik dengan melon premium. Melon premium merupakan sebuah kondisi yang memiliki parameter tertentu, seperti rendah residu pestisida, kualitas rasa yang baik, serta umur simpan yang panjang. Greenhouse adalah sarana untuk mencapai kondisi tersebut, bukan jaminan otomatis. Oleh karena itu, logikanya tidak boleh dibalik.
Menarik Untuk Dibaca : Ide Gila Anak Muda Dalam Membanngun Cafe
Berdasarkan pengalaman kami sebagai kontraktor greenhouse, kami menyimpulkan bahwa greenhouse dapat dianalogikan sebagai “hotel bintang lima bagi tanaman.” Lingkungan tumbuhnya terjaga, nutrisinya tercukupi, dan kondisinya mendukung pertumbuhan optimal. Dalam ilmu pertanian, terdapat satu rumus dasar, yaitu: fenotipe = genotipe × lingkungan × manajemen. Artinya, sebaik apa pun genetik tanaman dan SOP yang diterapkan, tanpa lingkungan yang mendukung, hasil maksimal tidak akan tercapai.
Greenhouse yang kami rancang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia. Tantangan utama di daerah tropis adalah pengelolaan sirkulasi udara. Oleh karena itu, greenhouse kami didesain dengan struktur yang tinggi untuk memperbesar volume udara. Kami menggunakan ventilasi atap (rooftop ventilation) agar udara panas dapat keluar ke atas, memanfaatkan prinsip fisika bahwa udara panas memiliki massa jenis lebih ringan. Sistem ini menciptakan aliran udara vertikal, sementara aliran horizontal dihasilkan melalui penggunaan drum fan. Kombinasi keduanya menciptakan sirkulasi udara yang stabil dan memungkinkan udara segar kaya CO₂ masuk ke dalam greenhouse, yang sangat dibutuhkan tanaman.
Selain itu, kami melengkapi greenhouse dengan sistem Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan sistem manajemen pertanian. Setiap tanaman memiliki QR code untuk memantau kondisi aktual secara real-time. Kami menggunakan dua jenis sensor utama, yaitu sensor udara yang memantau suhu, kelembapan, VPD, dan intensitas cahaya (PPFD), serta sensor air yang mengukur salinitas, EC/TDS, pH, dan oxidation reduction potential (ORP). Data ini membantu kami memahami kondisi lingkungan dan kualitas air nutrisi, sehingga risiko penyakit seperti busuk akar dapat diminimalkan.
Kebun yang kami kelola juga berfungsi sebagai kebun riset dan showroom. Calon klien dapat melihat langsung berbagai sistem budidaya yang tersedia, seperti sistem DRFT (Dynamic Root Floating Technique), sistem fertigasi dengan media cocopeat, maupun sistem NFT untuk sayuran daun. Dengan demikian, klien tidak membeli greenhouse tanpa pemahaman, melainkan memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan budidayanya.
Visi kami adalah membantu para petani pemula maupun yang ingin beralih ke pertanian modern. Kami menyediakan konsultasi awal secara gratis, termasuk perhitungan RAB dan potensi hasil panen, serta pendampingan selama satu musim tanam hingga kebun dapat beroperasi secara mandiri dan menghasilkan produk premium. Untuk pemasaran, kami juga membantu menghubungkan klien dengan jaringan grower yang telah bekerja sama dengan kami.
Informasi lebih lanjut mengenai PT Lentera Agropedia Nusantara dapat diakses melalui Instagram, Facebook, dan kanal YouTube dengan nama Agropedia Nusantara.
Menarik Untuk Ditonton : Pasangan Kompak Sukses Bisnis
Mau Konsultasi?