Ide Bisnis Budidaya Kacang Hijau
04 Juni 2022, Oleh : Reni
Kacang Hijau (Vigna Rdiata) adalah sejenis palawija yang dikenalluas di daerah triopis. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber pangan berprotein nabati tinggi. Kacang Hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legume, setelah kedelai dan kacang tanah.
Daftar Isi
Peluang Bisnis Budidaya Kacang Hijau
Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor.sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hujau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menjadikan bahan makanan atau minuman tidak akan mudah berbau. Peluang Bisnis Budidaya Kacang Hijau memiliki potensi yang sangat menguntungkan. Selain cara budidaya yang terbilang mudah, kacang hijau juga memiliki banyak peminat dipasaran.
Konsumen
Kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai menu minuman dan masakan, seperti bubur, wajik, sari kacang hijau dan masih banyak lagi. Banyaknya olahan yang dapat dibuat dari bahan dasar kacang hijau menjadi kacang satu ini sangat disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan rumah tangga, kacang hijau banyak digunakan oleh para pelaku usaha untuk dijadikan berbagai olahan menu yang akan mereka jajakan.
Cara Budidaya Kacang Panjang
Penggunaan benih kacang hijau bermutu merupakan kunci utama keberhasilan budidaya kacang hijau. Benih bermutu tinggi akan menghasilkan tanaman yang seragam dengan populasi optimal, juga akan mengurangi resiko serangan hama dan penyakit. Sifat-sifat benih kacang hijau bermutu tinggi adalah sebagai berikut:
Tanaman kacang hijau sangat peka terhadap kandungan air sehingga harus memperhatikan daerah tanam dan macam lahan yang akan ditanami. Pegolahan tanah dapat dilakukan tergantung tipe lahan, kandungan air tanah. Lahan tanah bekas tanaman padi tidak perlu melakukan pengolahan lagi. Apabila diperlukan pengolahan tanah maka langkah-langkahnya sebagai berikut : Tanah dibajak, digaru dan diratakan kemudian sisa-sisa gulma dibenamkan atau dibuang. Buat saluran air dengan jarak sekitar3-4meter. Tanah dikeringkan selama tiga minggu baru ditanami
Cara penanaman kacang hijau dapat dilakukan dengan tugal, bajak, tanam sebar, dan tanam dengan mesin penanam. Apabila menggunakan tugal maka buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan 2-3 benih per lubang. Jarak tanam antar tugalan berukuran 30×20 cm, 25×25 cm atau 20×20 cm. kedalamannya 2-4 cm agar dapat tumbuh kokoh. Tutup benih dengan tanah gembur tanpa dipadatkan.waktu tanam yang baik adalah akhir musim hujan
Kacang hijau mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari
Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, penyiangan kedua pada saat tanaman selesai berbunga atau sekitar 6 minggu setelah tanam.penyiangan kedia ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua.
Pembubuan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat yang berbahaya untuk kelangsungan pertumbuhan tanaman.
Contoh jenis dan dosis pupuk adalah sebagai berikut
2 minggu setelah tanam Urea 50 kg, SP-36 40 kg, dan KCL 20 kg
6 minggu setelah tanam Urea 30 kg, SP-36 20 kg, dan KCL 40 kg
Kacang hijau menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering
Hama tanaman kacang hijau
Kutu ini menularkan virus SMV (Soybean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pembentukan bunga dan polong. Gejalanya adalah tanaman menjadi layu dan pertumbuhannya terhambat. Cara pengendaliannya adalah , jangan menanam tanaman inang seperti terung-terungan,kapas-kapasan atau kacang-kacangan. Buang bagian tanaman yang terserang dan dibakar.penggunaan predator atau musuh alami dapat juga dilakukan
Larva dan kumbang memakan daun,bunga, pucuk, polong muda bahkan seluruh tanaman. Pengendalian dapat dengan penyemprotan apabila serangan cukup parah.
Gejalanya adalah pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, didalam polong terdapat ulat berwarna hijau. Pengendaliannya dengan tanam tepat waktu
Hama ini menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendaliannya adalah saat benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami.
Gejalanya adalah kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendaliannya dengan cara sanitasi, pemungutan ulat secara manual
Penyakit Tanaman Kacang Hijau
Gejalanya : Layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian : Penggunaan varietas tahan, sanitasi kebun dan pergiliran tanaman
Penyakit in menyerang tanaman umru 2-3 minggu, saat udara lembab dn tanaman yang berjarak tanam pendek. Gejalanya : Daun sedikit demi sedikit layu dan menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian : tanaman varietas tahan.
Gejala : Daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian : melakukan pola pergiliran tanam yang tepat.
Gejala : Daun bercak dan bintik coklat. Pengendalian : Menanam kacang hijau yang tahan terhadap penyakit ini.
Gejala : Batang menguning kecoklatan-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendalian : Memperbaiki drainase lahan
Panen harus dilakukan pada umur yang tepat agar menghasilkan jumlah dan mutu produksi kacang hijau yang cukup tinggi. Panen terlalu awal mengakibatkan banyaknya biji muda yang akan menjadi butir keriput dalam kondisi kering dan kurang tahan jika disimpan. Panen terlambat dapat menimbulkan kerusakan di lapangan seperti berkecambah, berjamur, busuk, dan berkutu serta kehilangan biji yang disebabkan polong pecah. Pada kondisi normal, panen dapat dilakukan jika kadar air biji berkisar antara 20-24 %. Kacang hijau sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari sedangkan untuk benih umur 100-110 hari agar kemasakan biji benar-benar sempurna. Tanda-tanda tanaman kacang hijau bisa dipanen adalah sebagai berikut :
Pasca panen kacang hijau meliputi : Pengumpulan, perontokan biji, pembersihan biji kacang hijau dari kotoran dan biji yang terserang hama penyakit, pewadahan dan pengangkutan serta penyimpanan.
Kelebihan Bisnis
Perawatan tanaman kacang hijau relative mudah serta harga jualnya stabil dari tahun- ke tahun. Kebutuhan akan kacang hijau semakin hari juga terus mengalami kenaikan.
Kekurangan Bisnis
Cara pemanenan dari kacang hijau dapat dikatakan ribet karena harus dipetik satu persatu. Hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman kacang hijau juga banyak jadi perlu ketelitian dalam merawat tanaman satu ini.
Strategi Pemasaran Kacang Tanah
Untuk memasarkan Kacang Hijau dapat menjualnya sendiri dengan menawarkan kepada orang-orang terdekat, juga kepada pengepul. Menawarkan kepada para pelaku usaha yang membutuhkan kacang hijau sebagai salah satu bahan dasar pembuatan berbagai olahan yang mereka buat.
Analisis Biaya Budidaya Kacang Hijau
Investasi
Peralatan
No | Nama Peralatan | Harga |
1 | Pembukaan lahan | Rp 1.000.000 |
2 | Pengadaan bibit | Rp 300.000 |
3 | Alat semprot tanaman | Rp 250.000 |
4 | Timba dan pisau | Rp 70.000 |
5 | Timbangan | Rp 150.000 |
6 | Selang air | Rp 60.000 |
7 | Pompa air | Rp 200.000 |
8 | Cangkul, golok, dan sabit | Rp 80.000 |
9 | Terpal | Rp 150.000 |
10 | Keranjang panen | Rp 50.000 |
11 | Peralatan tambahan | Rp 100.000 |
Jumlah Investasi | Rp 2.410.000 |
Biaya Operasional perBulan
Biaya Tetap
No | Penyusutan | Hasil |
1 | Pembukaan lahan 1/30 x Rp 1.000.000 | Rp 33.400 |
2 | Pengadaan bibit 1/30 x Rp 300.000 | Rp 10.000 |
3 | Alat semprot tanaman 1/30 x Rp 250.000 | Rp 8.400 |
4 | Timba dan pisau 1/30 x Rp 70.000 | Rp 2.400 |
5 | Timbangan 1/30 x Rp 150.000 | Rp 5.000 |
6 | Selang air 1/30 x Rp 60.000 | Rp 2.000 |
7 | Pompa air 1/30 x Rp 200.000 | Rp 6.700 |
8 | Cangkul, golok, dan sabit 1/30 x Rp 80.000 | Rp 2.700 |
9 | Terpal 1/30 x Rp 150.000 | Rp 5.000 |
10 | Keranjang panen 1/30 x Rp 50.000 | Rp 1.700 |
11 | Peralatan tambahan 1/30 x Rp 100.000 | Rp 3.400 |
Total Biaya Tetap | Rp 80.700 |
Biaya Varibel
No | Nama | Hasil |
1 | Pupuk alami Rp 20.000 x 30 | Rp 600.000 |
2 | Pupuk kimia Rp 25.000 x 30 | Rp 750.000 |
3 | Pestisida dan obat Rp 25.000 x 30 | Rp 750.000 |
4 | Biaya tambahan lainnya Rp 15.000 x 30 | Rp 450.000 |
5 | Biaya transportasi Rp 15.000 x 30 | Rp 450.000 |
6 | Pengemas Rp 10.000 x 30 | Rp 300.000 |
7 | BBM Rp 10.000 x 30 | Rp 300.000 |
Total Biaya Tetap | Rp 3.600.000 |
Total Biaya Operasional
Biaya Tetap + Biaya Variabel =
Rp 80.700 + Rp 3.600.000 = Rp 3.680.700
Pendapatan per Panen
10 kg x Rp 22.000 = Rp 220.000
Rp 220.000 x 30 hari = Rp 6.600.000
Keuntungan per Bulan
Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp 6.600.000 – Rp 2.919.300
Berikut diatas merupakan penjabaran mengenai Bisnis Budidaya Kacang Hijau yang dapat dijadikan referensi usaha. Analisis biaya hanya sebagai gambaran, kenyataan dilapangan tidak dapat dipastikan. Tergantung bagaimana bisnis tersebut berjalan dan harga jual pada saat panen tiba.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Mau Konsultasi?