Jadi sebagai pengusaha harus melek finansial. Biasanya pengusaha pemula fokusnya pada bagaimana cara jualan. Sampai – sampai lupa dengan mengatur keuangan. Benar gak ?
Banyak pengusaha sukses dan berkembang yang mengatakan, kuncinya bisa mengatur keuangan. Dari untung yang kecil mereka sudah disiplin mengatur keuangan. Terus bagaimana caranya agar bisa mengatur keuangan dengan baik ?
Pertama lakukan pemisahan uang pribadi dan usaha. Ini sangat banyak ditemukan para pemula mencampur adukkan uang pribadi dan usaha. Seharusnya dipisah. Ditaruh di nomor rekening yang berbeda.
Lebih parahnya ketika ditanya tidak punya laporan keuangan. Punya laporan keuangan tapi bingung membedakan mana uang pribadi mana uang usaha. Yang lebih parahnya uang usaha untuk modal dipakai untuk pribadi. Jadinya kebalik balik. Dan ini saya jamin bisnis tidak akan berjalan dengan baik, bahkan bisa gulung tikar.
Jadi semua aktivitas bisnis, entah pemasukan atau pengeluaran semua menggunakan rekening perusahaan. Barulah di akhir bulan, dihitung berapa profitnya. Dari profit itu misal 30 % anda ambil untuk gaji. Sisanya dikembalikan ke perusahaan untuk pengembangan modal.
Kedua, buatlah rencana anggaran. Untuk perusahaan buatlah forecasting. Dalam 1 – 3 bulan ke depan mau ngapain saja. Termasuk 6 bulan sampai 1 tahun. Begitu juga personal. Pilah-pilah uang pribadi sesuai dengan kebutuhan. Terutama jika punya hutang harus segera dilunasi.
Menarik Untuk Ditonton : Alasan Kenapa Harus Jualan di Tik Tok Shop
Ketiga kamu harus bisa mempelajari tata cara pengelolaan uang dengan benar. Dalam perusahaan ada 3 laporan keuangan yaitu
Omset usaha / Pendapatan usaha : 100.000.000
HPP ( Harga Pokok Penjualan ) : 35.000.000
Beban Usaha ( Gaji, sewa, asuransi, listrik, maintenance kantor, dll ) : 10.000.000
Rumusnya profit atau laba bersih simpel Dari omzet dikurangi pengeluaran HPP dan beban usaha
Profit = 100.000.000 – 35.000.000 – 20.000.000 = 45.000.000
Keempat Kelola Piutang dan hutang Anda. Jadi bagi siapa yang pernah hutang ke anda, harus dicatat sebaik mungkin. Mulai tanggalnya, bukti transfernya, nominalnya, tanggal berapa dikembalikan. Begitu juga Piutang.
Kelima. Hati – hati dengan hutang dagang. Janganlah tergiur dengan tawaran hutang dari sana – sini. Ketika memulai usaha seminimal mungkin hutang untuk modal. Ketika usaha sudah berkembang, gunakan hasil dari profit untuk mengembangkan usaha. Walaupun sedikit demi sedikit. Karena hutang itu sifatnya membuat seseorang kecanduan. Kecuali memang konsisi – kondisi tertentu dan mengharuskan berhutang. Jangan terlalu lama membayar hutang. Sebisa mungkin segera lunasi. Ketika lunas, tidak perlu hutang lagi. Gunakan profit yang sudah ada.
Keenam. Cash Flow anda harus sehat dan harus ada uang cash yang tersedia. Misal, seharusnya ada uang mengendap untuk gaji karyawan selama 6 bulan. Ternyata di cek hanya cukup untuk 2 bulan, ini kurang baik. Intinya jangan buru-buru beli aset, jangan buru-buru beli produk yang sifatnya itu mengendap lama. Pikirkan produk atau aset yang memang fast moving atau perputarannya cepat.
Mumpung profit uasaha masih kecil, lakukan secara disiplin untuk pengelolaan keuangan. Ketika profitnya sudah ratusan miliar maka akan lebih sulit lagi jika tidak belajar mengelola keuangan dengan baik dan benar.
Semoga Allah mudahkan, salam Satoeasa untuk Indonesia..
Menarik Untuk Dibaca : Cerita Sukses Petani Kentang
Mau Konsultasi?