

Perkenalkan, nama saya Pak Winarno. Saya berdomisili di Sudimoro, Pucanganom, Serumbung, Magelang. Saat ini saya mengelola sebuah usaha agrowisata. Sebelumnya, saya pernah bekerja di luar negeri pada sebuah perusahaan asing. Pada tahun 2012, diberlakukan peraturan baru yang mengharuskan saya menjual minuman beralkohol di kapal pesiar. Karena hati saya menolak, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
Setelah resign, saya mulai mencari kegiatan dan usaha yang sesuai dengan hobi saya. Sejak dulu saya menyukai tanaman hias, sehingga saya memutuskan untuk menekuni dunia tanaman. Perjalanan usaha ini dimulai secara perlahan dan tidak terarah; saya menanam bunga, kemudian mencoba menanam jambu kristal, namun terserang hama. Setelah itu, saya menanam jambu air, dan dari sinilah masyarakat mulai tertarik untuk datang berkunjung.
Selanjutnya, saya menanam anggur dalam jumlah sedikit. Ternyata, antusiasme pengunjung untuk melihat kebun anggur sangat besar. Atas masukan dari para pengunjung, saya mulai menambah berbagai fasilitas, seperti restoran, musala, dan toilet. Semua masih sederhana, tetapi perlahan mulai terbentuk berkat proses yang konsisten dan bertahap.
Membangun usaha tentu tidak mudah. Konsistensi (istikamah) adalah kunci. Sebelum terjun ke dunia usaha, sebaiknya mempelajari ilmunya terlebih dahulu. Tantangan terbesar biasanya adalah modal. Karena itu, saya memulai semuanya sedikit demi sedikit hingga akhirnya usaha ini dapat berkembang seperti sekarang. Bahkan saya sendiri tidak menyangka agrowisata ini bisa terbentuk sedemikian rupa.
Menarik Untuk Dibaca : Arab Saudi Kuasai Game Lewat EA
Usaha ini bernama Saung Paribon Swarga Buah Tropikal, dengan harapan dapat menghadirkan berbagai jenis buah tropis, meskipun hanya satu atau dua pohon setiap jenisnya. Saat ini, buah-buahan yang tersedia antara lain anggur, kelengkeng, sekitar 20 jenis jambu air, durian (Musang King, Bawor, dan Duri Hitam), serta tanaman-tanaman langka seperti duet dan kepel. Kami juga memiliki tanaman vanili yang digunakan sebagai media edukasi untuk anak-anak.
Perawatan tanaman membutuhkan ketelatenan, mulai dari pencegahan penyakit, pemupukan rutin, hingga penyemprotan setelah pembungaan. Untuk buah seperti kelengkeng, proses dari berbunga hingga siap panen memakan waktu sekitar 6–7 bulan, tergantung kondisi daerah dan ketinggian tempat. Buah juga harus dibungkus untuk mencegah serangan hama, terutama kelelawar.
Kami menerapkan sistem edukasi sekaligus wisata petik buah. Pengunjung membayar tiket masuk, kemudian dapat dipandu untuk memetik buah. Setelah dipetik dan ditimbang, barulah dilakukan pembayaran sesuai berat buah.
Secara ekonomi, usaha ini cukup menguntungkan. Satu pohon anggur, jika dirawat dengan benar, dapat menghasilkan 20–30 kg buah dengan harga jual sekitar Rp70.000 per kg. Satu pohon jambu air dapat menghasilkan hingga satu kuintal buah. Dengan demikian, menanam pohon buah dapat lebih efisien dibandingkan bertani padi di lahan luas, karena satu pohon dapat memberikan hasil setara satu petak sawah.
Beberapa jenis jambu air yang tersedia di kebun kami antara lain:
Thai Super Green, berwarna hijau dan dapat tumbuh sangat besar.
Red Taiwan, berukuran besar dan bentuknya membulat saat matang.
Jambu Madu Deli, jenis yang paling umum, berair dan memiliki rasa manis.
Untuk anak-anak muda yang ingin membangun usaha, saya menyarankan memilih bidang yang dapat berkelanjutan dan tidak musiman. Tekuni dengan sungguh-sungguh dan jangan mudah menyerah. Bekerjalah sesuai hobi, lalu pelajari ilmunya. Ketika kita menguasai ilmunya, orang-orang akan datang sendiri, seperti yang terjadi pada usaha ini. Selain menjual buah, saya juga sering diminta menjadi narasumber dan menyediakan bibit tanaman bagi pengunjung yang ingin belajar menanam.
Kami juga menyediakan berbagai kegiatan edukasi mulai dari pengenalan tanaman untuk anak-anak, kreasi tanah liat, hingga permainan menangkap ikan. Selain itu, kami sedang mengembangkan paket-paket wisata edukasi, di mana rombongan dapat mengunjungi beberapa titik wisata terlebih dahulu, seperti pura dan kebun salak, lalu melanjutkan kegiatan belajar dan makan bersama di tempat kami.
Untuk informasi lebih lanjut, kami aktif di media sosial TikTok dan Instagram dengan nama akun mw_jamur_kuping_pibon. Kontak yang dapat dihubungi: 0856-2589-7777.
Menarik Untuk Ditonton : Cara Branding UMKM
Mau Konsultasi?