

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman bahwa riba akan dihancurkan dan sedekah akan disuburkan. Berangkat dari keyakinan tersebut, kami mengambil keputusan besar dalam hidup dan usaha. Seluruh utang berbasis riba kami lunasi, lalu memulai babak baru dengan modal yang bersih. Dua unit mobil kami jual, satu rumah kami lepaskan, dan kami memutuskan hijrah dari Batam ke Jawa. Kami meyakini bahwa manusia dan jin diciptakan semata-mata untuk beribadah, sehingga orientasi hidup dan usaha kami pun kami arahkan sepenuhnya untuk akhirat. Usaha es krim yang kami jalankan hanyalah sarana, bukan tujuan. Nilai inilah yang juga kami tanamkan kepada seluruh karyawan.
Perkenalkan, saya Robani, berasal dari Tulungagung, Jawa Timur, didampingi oleh istri saya yang setia menemani perjalanan hidup dan usaha kami selama puluhan tahun. Usaha es krim ini kami rintis sejak tahun 2010, bermula dari Batam. Sebelumnya, saya merantau sejak tahun 1991 dan menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari satpam, pedagang bakso, tukang ojek, hingga sopir angkutan kota selama kurang lebih sepuluh tahun. Setelah kembali ke Jawa pada tahun 2013, kami mencoba kembali membangun usaha es krim dengan penuh keterbatasan, namun alhamdulillah hingga hari ini usaha tersebut tetap berjalan dan berkembang.
Menarik Untuk Ditonton : Cara Menghitung BEP dan Target Omset
Pada masa awal usaha, kami sempat terjebak dalam pembiayaan berbasis riba dengan harapan usaha bisa berkembang lebih cepat. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Usaha tidak bertumbuh, modal terkuras, dan beban mental semakin berat. Dari situlah kami mulai mendengar kajian-kajian keislaman, khususnya tentang bahaya riba. Ayat dan nasihat tentang riba yang menghancurkan keberkahan menjadi titik balik hijrah kami. Kami memutuskan untuk menutup seluruh utang, memulai kembali dari nol, dan menjalankan usaha tanpa riba.
Awalnya, kami memasarkan es krim secara sederhana. Saya mengantar anak sekolah sambil membawa es krim dalam wadah styrofoam menggunakan sepeda motor, kemudian menawarkan ke toko-toko kecil di sepanjang jalan. Perlahan namun pasti, usaha ini berkembang. Permintaan meningkat, toko-toko bertambah, dan akhirnya para sales mulai datang sendiri untuk bergabung. Kami memilih fokus pada satu per satu pasar agar usaha bertumbuh secara stabil dan terkontrol.
Inovasi produk menjadi salah satu kunci. Kami memproduksi es krim dalam bentuk es lilin seperti es mambo, namun dengan kualitas es krim berbahan dasar susu yang dimasak, tanpa pemanis buatan berbahaya. Produk ini aman untuk anak-anak, tidak menyebabkan batuk atau rasa serik di tenggorokan, sehingga mendapat kepercayaan dari para orang tua. Selain es krim original, kami juga mengembangkan produk es drop berbahan sari kelapa dan es koko. Saat ini, Robani Es Krim telah memiliki tiga lini produk utama.
Distribusi produk kami mencakup wilayah Tulungagung, Kediri, Blitar, Trenggalek, sebagian Nganjuk, Sidoarjo, hingga Surabaya. Seluruh jaringan ini terbentuk secara alami, karena para mitra datang langsung mengambil produk ke tempat kami. Seiring anak-anak kami menyelesaikan pendidikan dan mulai terlibat dalam usaha, kami juga menyiapkan armada distribusi agar pengiriman ke luar daerah dapat dilakukan dengan lebih baik.
Dalam operasional sehari-hari, kami memegang prinsip syariat. Ketika waktu salat tiba, mesin produksi dimatikan dan seluruh karyawan diajak melaksanakan salat berjamaah. Kami juga berusaha merutinkan sedekah meskipun dalam jumlah kecil. Kami meyakini bahwa jika orientasi hidup dan usaha ditujukan untuk akhirat, maka urusan dunia akan Allah mudahkan. Sebaliknya, jika tujuan hanya dunia, urusan hidup akan tercerai-berai dan kefakiran akan selalu membayangi.
Harga produk kami tetap terjangkau, sebagian besar dijual di kisaran Rp1.000–Rp2.000 per unit. Meskipun secara hitung-hitungan bisnis terlihat sulit, kami meyakini keberkahan sebagai faktor utama. Dengan harga terjangkau dan kualitas yang dijaga, volume penjualan menjadi besar. Pada hari biasa, penjualan dapat mencapai belasan hingga puluhan ribu unit, dan meningkat drastis menjelang hari raya. Bahkan pada periode H-7 hingga H-1 Lebaran, antrean pembeli sudah terbentuk sejak sebelum subuh.
Seluruh bahan baku yang digunakan kami jaga kualitas dan kehalalannya. Produk kami telah tersertifikasi halal dan terdaftar di BPOM, sehingga konsumen tidak perlu ragu. Kami menghindari penggunaan bahan yang berpotensi merugikan kesehatan anak-anak, karena kami meyakini bahwa menzalimi konsumen akan berujung pada hilangnya keberkahan usaha, baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam pemasaran, kami tidak mengandalkan strategi konvensional semata, melainkan apa yang kami sebut sebagai “jalur langit”. Kami berusaha menjalankan syariat sebaik mungkin dan memohon bimbingan Allah dalam setiap langkah. Kami percaya bahwa jika hubungan dengan Allah diperbaiki, maka urusan dunia akan mengikuti dengan sendirinya.
Kepada para pelaku usaha, kami mengajak untuk menjadikan akhirat sebagai orientasi utama dalam berbisnis. Hindarilah riba, meskipun terlihat mudah dan cepat. Keberkahan usaha tidak diukur dari besarnya keuntungan semata, melainkan dari ketenangan, keberlanjutan, dan manfaat yang dirasakan banyak orang.
Saya Robani, bersama istri saya Ibu Ani, dari Robani Es Krim yang beralamat di Desa Panjirejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan, mitra toko, dan pihak yang telah mempercayai produk kami. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan keberkahan bagi kita semua.
Menarik Untuk Dibaca : Bongkar Resep Donat Enak
Mau Konsultasi?