Tips Bisnis ~ Seperti yang kita ketahui, semua produk itu tidak berpotensi untuk laris manis. Tetapi ada hal penting yang perlu kita ketahui mengenai produk. Yaitu kita harus menentukan dulu kriteria produk apa yang laris untuk bisa kita jual.
Semua produk itu punya konsekuensi masing-masing dan natural tersendiri. Contoh produk kosmetik, jika konsumen sudah loyal atau nyaman menggunakan dengan satu brand merk kosmetik. Maka dia pasti tidak memakai brand yang lain. Beda dengan fashion, seperti gamis, sepatu dan lainnya, pasti konsumen memakai banyak brand untuk dia pakai setiap harinya. Inilah yang dimaksud dengan setiap produk punya karakteristik.
Sekarang apapun produknya, agar laris manis, kita harus tahu hal ini :
Pertama. Produk market fit. Apa itu ? produk yang menjadi kebutuhan pasar, produk yang bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah pasar, produk yang bisa membantu memenuhi keinginan pasarnya.
Contoh pasar membutuhkan obat pelangsing, maka muncul produk obat pelangsing. Atau mungkin di bidang fashion. Ada muslimah yang ingin kelihatan menawan memakai hijab. Muncul brand atau produk tertentu yang sesuai kebutuhan dan keinginan.
Jadi kesimpulannya untuk point pertama adalah riset kebutuhan, keinginan market.
Kedua. Pastikan produk yang akan dijual memiliki retensi dan repeat order. Apa itu ?
Jadi customer yang memiliki resistensi tinggi ini sangat diperlukan untuk menjadi repeat order yang terus menerus.
Produk yang retensi tinggi itu produk yang cepat habis dipakai. Misal produk kosmetik, produk kebutuhan pokok seperti bahan makanan maupun minuman.
Biasanya produk-produk yang sifatnya repeat ordernya lama adalah produk yang memiliki harga yang tinggi. Seperti rumah, kendaraan dan yang lainnya. Contoh orang membeli rumah atau mobil itu biasanya hanya sekali, mungkin beli lagi untuk investasi bukan kebutuhan pokok.
Teman-teman tinggal memilih saja, mau jualan produk retensi tinggi atau tidak. Jika pemula dan ingin cash flow cepat ya pilih produk yang retensinya tinggi. Begitu juga dengan usaha di bidang jasa.
Ketiga. Pastikan target pasarnya besar. Walaupun sudah banyak kompetitornya. Caranya melihat dilihat dari riset pasar. Dari data di internet sangatlah banyak.
Dengan adanya target pasar yang besar, akan sangat mudah dalam menjualnya. Tinggal pintar-pintar kita dalam menggunakan teknik closing yang tepat.
Jadi kesimpulannya adalah, dari ketiga karakteristik di atas harus ada. Jika usaha Anda ingin berkembang dan produk laris manis. Karena kalau kita menjual produk yang berdasarkan ego kita. Tanpa melihat potensi pasar, hanya melihat dari sudut pandang kita saja. Dapat dipastikan usaha akan lama berkembang, bahkan gulung tikar.
Menarik Untuk Ditonton : Tips Membangun Bisnis Dengan Youtube
Contoh yang sering kita lihat sehari-sehari. Usaha toko peracangan, kalau usaha ini benar-benar diseriusi untungnya bisa milyaran. Karena produk-produk yang dijual adalah kebutuhan pokok setiap hari. Dan itu menimbulkan repeat order terus. Bisa jadi satu orang beli produk di toko peracangan sampai 2 kali. Pagi beli telur, sore beli tabung gas.
Contoh lagi usaha jasa laundry, minimal 1 keluarga itu menggunakan jasa laundry. Apalagi di daerah perkotaan. Atau usaha jasa-jasa yang lain.
Tetapi mengenai kualitas produk yang dijual jangan dikesampingkan. Pun dengan pelayanan. Ini adalah salah satu strategi marketing jangka panjang agar orang terus repeat order dan loyal. Pun juga merekomendasikan ke orang lain.
Oke, semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Jangan lupa jika ada pengalaman mengenai bahasan ini bisa tulis di kolom komentar.
Salam sukses, salam SATOEASA untuk Indonesia.
Menarik Untuk Dibaca : Ide Usaha Menjelang Masa Pensiun
Mau Konsultasi?