Tips bisnis – Sebagai pelaku usaha pasti pernah mengalami yang namanya produk slow moving. Atau stok lama tidak segera terjual. Pasti hal tersebut ada alasannya.
Lebih – lebih kita yang fokusnya di produksi.
Ada beberapa cara untuk stok lama segera menjadi uang. Agar tidak menumpuk di gudang.
Pertama. Berikan diskon untuk penjual atau distributor. Atau biasanya jika di usaha ritel atau minimarket disebut cuci gudang.
Kedua. Berikan promo kepada langsung end user atau konsumen. Mungkin bisa dibuat beli 3 gratis 1 , atau diskon 20 %. Intinya berikan promo yang menarik untuk konsumen.
Ketiga. Berikan apresiasi kepada tim sales yang bisa menjualkan produk – produk slow moving. Mereka, tim sales pasti akan senang dan mencari cara agar produk tersebut segera laku.
Misal, jika sales bisa menjualkan minimal 3 produk bisa mendapatkan bonus tambahan. Atau mendapatkan komisi 2 kali lipat. Dengan seperti itu tim sales akan lebih semangat dalam menjual.
Tim kita untung, perusahaan juga untung. Bisa disampaikan kepada tim apa adanya. Karena tujuan utamanya adalah menghabiskan stok produk yang slow moving. Minimal produk yang slow moving itu balik modal. Jika sudah balik modal, maka uang bisa diputar untuk produksi produk yang lebih laris dan mudah dijual.
Cara keempat bisa langsung memberikan sampling kepada konsumen. Seperti halnya opentable. Contoh produk kita adalah sabun. Kita opentable di sebuah tempat, mungkin car free day, atau disitu banyak orang-orang yang berkumpul.
Kita berikan diskon langsung. Ini mirip dengan cara kedua. Tapi beda lokasi saja. Cara yang kedua kita hanya diam ditempat atau diam di toko. Tapi kalau cara ini kita langsung mendatangi target market kita. Istilahnya jemput bola.
Bisa juga kita mendemokan langsung kepada konsumen. Hasil cucian menggunakan sabun tersebut. Atau cara yang lainnya.
Kenapa bisa terjadi slow moving ? Bisa jadi ketika riset produk kurang maksimal. Sebelum membuat produk memang harus direset dulu. Apa sebenarnya kebutuhan target pasar. Kita memang harus mengikuti trend di pasar.
Contoh yang paling sering stock slow moving adalah produk fashion. Bisnis fashion seperti baju, tas, sepatu dan yang lainnya ini mengalami perubahan trend paling cepat.
Kalau kita mau mengamati trend fashion itu tidak lebih dari 3 bulan. Setelah itu pasti berubah lagi.
Padahal mungkin stok masih banyak. Oleh sebab itu untuk para pebisnis di bidang fashion produksi barang sesuai permintaan saja. Atau jika kita jualnya langsung ke end user atau konsumen. Stoknya dibatasi. Ini juga solusi.
Jika memang trend nya sudah berganti tapi stok masih banyak, bisa melakukan dengan 4 strategi di atas.
Hal ini juga terjadi pada bidang kontruksi bangunan. Kita lihat saja pabrik keramik atau granit. Mereka produksinya berdasarkan trend. Keramik atau granit itu juga ada masa trendnya dari tahun ketahun.
Tidak semua jenis bisnis memang mengalami produk yang slow moving. Contohnya di bidang jasa, pertanian dan peternakan, kuliner. Ini rata – rata cepat terjual.
Bagaimana ? Faham ya.
Menarik Untuk Dibaca : Bisnis Itu Ta’awun
Untuk teman-teman yang mungkin masih mau memulai usaha. Hal ini perlu difikirkan. Terutama yang memang fokusnya di produksi.
Perhatikan produk yang ingin diproduksi. Memang harus menyesuaikan permintaan di pasaran.
Oke mungkin itu sharing artikel kali ini. Semoga bermanfaat. Bagi teman-teman yang punya pengalaman lain bisa tulis di kolom komentar.
Salam sukses. Salam Satoeasa untuk Indonesia.
Mau Konsultasi?